Dirjen PPI Dorong Remaja Terus Menulis Surat

20 April 2017 at 17:30

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli berharap agar kegiatan menulis surat terus dilakukan, terutama oleh kalangan remaja. “Menulis surat akan memudahkan untuk memungkapkan ide dengan sangat baik,” katanya dalam Acara Penyerahan Penghargaan Pemenang Lomba Menulis Surat Remaja Nasional 2017 di Jakarta, Selasa (18/04/2017).

Dirjen Ahmad Ramli juga berharap agar setiap pihak mendorong kebangkitan kegiatan menulis surat, termasuk dengan penggunaan prangko untuk mengirimkan surat tersebut. “Kita ingin kegiatan menulis surat ini bangkit kembali. Mari kita biasakan lagi menulis surat dengan prangko,” imbaunya.

Ahmad Ramli menyatakan kebanggaannya kepada pemenang Lomba Menulis Surat Remaja Nasional 2017. “Saya bangga betul dengan bagaimana kemampuan menulis surat dengan baik,” ujarnya.

Dirjen PPI menjelaskan surat juara satu dari Lomba Menulis Surat Remaja Nasional 2017 tersebut akan dikirim sebagai perwakilan Indonesia dalam Kompetisi Lomba Menulis Surat Remaja Tingkat Internasional yang diselenggarakan oleh Universal Postal Union.

Kasi Prangko Ditjen PPI Kementerian Kominfo Wage Widiyanto mengatakan Lomba Menulis Surat Remaja Nasional 2017 diselenggarakan sebagai partisipasi Indonesia dalam International Leter Writing Competition for Young People 2017 yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pos Sedunia (Universal Postal Union). Tahun ini, tema yang diangkat oleh UPU adalah “Imagine you are an adviser to the new UN Secretary General; which world issue would you help him tackle first and how would you advise him to solve it”.

Wage mengatakan jumlah peserta lomba tahun 2017 lebih dari 430 surat dari seluruh Indonesia. “Penilaian tahap pertama telah diselenggarakan tanggal 6-7 April 2017 dan penilaian tahap kedua tanggal 17-18 April 2017. Kriteria penilaian adalah aspek bentuk dan kerapihan, penerapan kaidah bahasa, kesesuaian isi dengan tema dan gaya penyajian,” katanya.

Adapun tema surat remaja yang diangkat para pemenang antara lain mengenai poverty, education in developing countries, racism and intolerance, children, dan climate change.